Malam itu (05/10/2016) kami yang terdiri dari enam laki-laki pekerja bangunan tidak banyak membahas soal wanita yang kebetulan melintas di dep an mata. Ya... walau tidak bisa dipungkiri, kami tetap akan mencuri-curi pandang atau melirik kalau ada anak gadis yang lewat di depan warung kopi, tempat kami nongkrong. Sebagai gerombolan lelaki kesepian tentu saja kami selalu konsisten menjunjung tinggi pepatah lama yang mengatakan. " Menolak rejeki itu tidak baik. " Sementara kami menyadari melihat wajah cantik, ayu dan anggun adalah salah satu rejeki. Berbekal petuah kuno itu tekat kami tak pernah luntur. Bahkan salah satu kawan kami masih sempat berseloroh. Saat melihat anak gadis yang kebetulan lewat. " Lunasse kenceng. " Katanya sambil menghisap tembakau yang dicapit oleh jari kanannya. Topik utama kami malam itu terfokus pada idola berjuta-juta umat yang pernah nyalon jadi presiden tapi gagal . Siapa lagi kalau bukan si raja dangdut Rhoma Irama. Sekeda...