Beberapa hari sebelumnya kawan Faliqul Isbah sudah membuat janji ketemu. Kemarin, pagi-pagi sekali dia benar-benar datang lebih dulu ke rumah. Keperluannya kali ini sangat serius. Ada berkas penting yang ketinggalan di rumah. Lebih tepatnya berkas itu ketinggalan di rumah berbulan-bulan yang telah lalu. Tapi baru tersadar beberapa hari terakhir ini. 😁 Sabtu. (06/10/2018). Tangan dan jemarinya gesit memilah setiap kertas yang berserakan d an berdebu. Bagai mencari surat cinta di tumpukan lembar jawaban soal ujian negara. Setengah jam berlalu, tak jua dia menemukan berkas yang dia cari. Putus asa pun datang dan dia menyerah pasrah. Aku ikut prihatin untuk setiap hal yang hilang, hanya saja prihatinku cukup dalam hati. Selebihnya mau ketawa, tapi tak enak hati. Dia balik entah kemana, aku sendiri tak begitu peduli. Ragaku kembali diserang kantuk, aku terlelap. Sialnya gawaiku masih aktif saat melanjutkan tidur. Hari sudah beranjak siang dan bunyi gawai...