Kumis adalah rambut Atawa bulu jang tumbuh di atas bibir, letaknja persis di bawah hidung. Setjara umum kumis hanja tumbuh lebat pada laki². Terkadang beberapa wanita djuga memiliki kumis, namun tumbuhnja tidak lebat seperti kumis laki², akan tetapi tumbuhnja kumis jang dimiliki oleh wanita tekstur rambutnja lebih tipis dan struktur bulunja lebih halus.
Kumis jang tumbuh pada kaum lelaki merupakan perkembangan alamiah pria dewasa. Pertumbuhan kumis sama normalnja seperti perubahan suara dan perkembangan djakun. Dahulu kala Laki² jang memelihara kumis sebagai identitas Pria sejati, meski kini memelihara kumis agak tersaingi oleh popularitas djenggot.
Djika model potongan rambut kepala lebih banjak mendapatkan perhatian, keberuntungan nasip rambut kumis tak seindah nasip rambut kepala. Sebagaimana ladju gerak arah angin, masa kedjajaan kumis bisa dikatakan angin²an.
Pada suatu masa keberadaan kumis bisa diterima dengan baik bahkan memiliki tempat terhormat. Akan tetapi pada masa jang lain keberadaan kumis bisa djadi dibentji bahkan dianggap hina.
Membahas soal bulu jang tumbuh subur di atas bibir manis penuh djandji ini, tak ajal lagi aku kembali teringat dengan salah satu lagu jang pernah populer di masanja. Lagu ini pernah sangat membekas di telinga, kenangan itu terdjadi saat aku mingsih djadi kuli bangunan di negara djiran Serawak, Malaysia.
Kala itu para pekerdja migran sedang mendjalankan tugas achir untuk pondasi atap bangunan, aku dan beberapa kawan kebagian tugas mengikat besi dengan kawat (dawai). Kala itu suhu panas matahari menjengat ubun² kepala sementara ada beban tanggungan pekerdjaan jang tak tertanggungkan membuat kedalaman emosi tjepat meluap. Aku meratapi situasi kala itu sebagai salah satu kondisi djenuh jang teramat sangat biadab.
Sungguh beruntung ada salah satu kawan jang mampu meminimalisasir kondisi tjuatja panas tersebut dengan berdendang lagu dangdut. Kawan tersebut biasa kami panggil Tjun, nama akun Facebooknja Pepi Lajurlor. Lelaki subur jang baik hati, berambut gondrong, murah senjum dengan pembawaan kalem dan meneduhkan lajaknja pohon beringin. Satu hal jang membuat aku terkesan dengan kawan perantauan ini adalah dia pandai memasak.
Sambil mengikat dawai ke batangan besi, Tjun berdendang, suaranja merdu dan pas sesuai dengan tjengkok irama lagu dangdut. Sesekali semilir angin datang menghembus dan membelai keresahan, datangnja tidak terlalu sering namun hadirnja jang hanja sesekali itu sudah tjukup menentramkan batin jang gundah.
"Kalau boleh.. djangan kau tjukur kumismu
ada gairahku.. sajang...
Aku mohon.. djangan kau tjukur kumismu
pintaku padamu.. sajang..." Senandung pembuka sjair lagu dangdut jang berdjudul Kumismu, dirilis tahun 1989 dalam album Dokter Tjinta.
ada gairahku.. sajang...
Aku mohon.. djangan kau tjukur kumismu
pintaku padamu.. sajang..." Senandung pembuka sjair lagu dangdut jang berdjudul Kumismu, dirilis tahun 1989 dalam album Dokter Tjinta.
"Kumis.. ah kumis.. kumismu.. Haa~
Sadis.. ah sadis, kumismu.. Aduhai..
Aku mohon.. djangan kau tjukur kumismu
Pintaku padamu.. sajang..." Suara gemes penjanji dangdut jang menggoda siapapun lelaki jang mendengarnja.
Sadis.. ah sadis, kumismu.. Aduhai..
Aku mohon.. djangan kau tjukur kumismu
Pintaku padamu.. sajang..." Suara gemes penjanji dangdut jang menggoda siapapun lelaki jang mendengarnja.
"Mula² ku tak suka
Sentuhan halus kumismu
Bikin aku merinding malu...
Lama² asik djuga
Sentuhan halus kumismu
Bikin aku terbuai rindu...
Barulah kemarin ki-ta tak djumpaa..
semalam kumismu ah-ah mengusik lagi..." Tjurahan hati Evie Tamala (49). Penjanji jang memiliki nama asli Cucu Suryaningsih ini terkenal dengan lagunja Selamat Malam, Tjinta Ketok Magitj dan Dokter Tjinta.
Sentuhan halus kumismu
Bikin aku merinding malu...
Lama² asik djuga
Sentuhan halus kumismu
Bikin aku terbuai rindu...
Barulah kemarin ki-ta tak djumpaa..
semalam kumismu ah-ah mengusik lagi..." Tjurahan hati Evie Tamala (49). Penjanji jang memiliki nama asli Cucu Suryaningsih ini terkenal dengan lagunja Selamat Malam, Tjinta Ketok Magitj dan Dokter Tjinta.
"Aku mohon.. djangan kau tjukur kumismu
pintaku padamu.. sajang...
Kumis.. ah kumis.. kumismu Haa~
Sadis.. ah sadis, kumismu.. Aduhai..
Aku mohon.. djangan kau tjukur kumismu
Pintaku padamu.. sajang..." Pungkas penjanji jang lahir di Tasikmalaja, 23 Juni 1969.
pintaku padamu.. sajang...
Kumis.. ah kumis.. kumismu Haa~
Sadis.. ah sadis, kumismu.. Aduhai..
Aku mohon.. djangan kau tjukur kumismu
Pintaku padamu.. sajang..." Pungkas penjanji jang lahir di Tasikmalaja, 23 Juni 1969.
Komentar
Posting Komentar