Langsung ke konten utama

Penanaman Aroma Unggas



Langit semalam tak mendung, hitam kelam bertabur kelap-kelip sinar bintang, suhu udara tak dingin bisa dikatakan cukup panas. Hembusan angin tak banyak beredar, seakan sengaja menyusun perencanaan senyap. Rabu (03/10/2018).

Penampakan dua ekor spesies unggas dalam gambar yang aku unggah ini, di kampung tempat tinggalku biasa dikenal dengan sebutan Entok. Berkaitan dengan dua makhluk tak berdosa itu aku harus mengakui laku biadabku semalam.


Dengan berat hati aku harus mewartakan ini kepada kawan-kawan semua, bahwasanya dua ekor spesies yang tak bisa melawan dan menuntut itu telah masuk ke dalam waduk (baca: perut) buncitku, dan tentu saja bentuk pertumbuhan perut buncitku semakin tidak sedap dipandang mata. (Urusan kari iku)

Tadi malam saat mulut dengan lahap menikmati serat lembut daging unggas dengan sambal goreng yang mantap betul itu, tak ada sedikitpun rasa curiga. Rasa daging Entok memang mantap, nikmat, dan lezat. Hingga hari berganti. Kamis (04/10/2018) pagi menjelang.

Pagi itu aku masuk kerja seperti biasa. Ketika sedang asek sendiri di tempat kerja. Lambungku terasa mules (keparat) namun, aku sengaja tak menghiraukan perut mules yang tidak tepat pada waktu dan tempat itu, mendadak pertahanan kenalpot saya konslet, imbas dari itu timbul bunyi melengking yang tidak asing di telinga. "Bruuuuuuuuuuuut."

Suara yang keluar dari knalpot konslet itu tidak bisa aku kontrol datangnya, dan tragisnya bau entutku sendiri itu lupa aku buang agak jauh dari meja kerja. Jadi bisa kawan-kawan duga bagaimana kondisi ruangan dengan aroma khusus khas unggas. Bau busuk lebus yang bukan buatan.

Indra penangkap bau atau hidungku berkali-kali melakukan perlawanan dengan aroma entutku sendiri. Karena ulah kenalpot konslet itu aku jadi mengingat kembali petuah orang-orang tua dahulu, "Terkadang untuk bisa menghasilkan aroma bau busuk neraka, makanlah yang paling lezat."

Teringat soal kentut tadi pagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obrolan Laki-Laki

Malam itu (05/10/2016) kami yang terdiri dari enam laki-laki pekerja bangunan tidak banyak membahas soal wanita yang kebetulan melintas di dep an mata. Ya... walau tidak bisa dipungkiri, kami tetap akan mencuri-curi pandang atau melirik kalau ada anak gadis yang lewat di depan warung kopi, tempat kami nongkrong. Sebagai gerombolan lelaki kesepian tentu saja kami selalu konsisten menjunjung tinggi pepatah lama yang mengatakan. " Menolak rejeki itu tidak baik. " Sementara kami menyadari melihat wajah cantik, ayu dan anggun adalah salah satu rejeki. Berbekal petuah kuno itu tekat kami tak pernah luntur. Bahkan salah satu kawan kami masih sempat berseloroh. Saat melihat anak gadis yang kebetulan lewat. " Lunasse kenceng. " Katanya sambil menghisap tembakau yang dicapit oleh jari kanannya. Topik utama kami malam itu terfokus pada idola berjuta-juta umat yang pernah nyalon jadi presiden tapi gagal . Siapa lagi kalau bukan si raja dangdut Rhoma Irama. Sekeda...

Kumis Lelaki

Kumis adalah rambut Atawa bulu jang tumbuh di atas bibir, letaknja persis di bawah hidung. Setjara umum kumis hanja tumbuh lebat pada laki². Terkadang beberapa wanita djuga memiliki kumis, namun tumbuhnja tidak lebat seperti kumis laki², akan tetapi tumbuhnja kumis jang dimiliki oleh wanita tekstur rambutnja lebih tipis dan struktur bulunja lebih halus. Kumis jang tumbuh pada kaum lelaki merupakan perkembangan alamiah pria dewasa. Pertumbuhan kumis sama normalnja seperti perubahan suara dan perkembangan djakun. Dahulu kala Laki² jang memelihara kumis sebagai identitas Pria sejati, meski kini memelihara kumis agak tersaingi oleh popularitas djenggot. Djika model potongan rambut kepala lebih banjak mendapatkan perhatian, keberuntungan nasip rambut kumis tak seindah nasip rambut kepala. Sebagaimana ladju gerak arah angin, masa kedjajaan kumis bisa dikatakan angin²an. Pada suatu masa keberadaan kumis bisa diterima dengan baik bahkan memiliki tempat terhormat. Akan tetapi pada ...

Kemul Sambal

Kedjajaan sambal ulek di rumah, di kontrakan, di kost, atawa di penginapan. Pelan namun pasti mulai redup seiring dengan maraknja industri sambal kemasan jang beredar masif di kampung². Tjobek tanah liat tampak menggoda lidah dengan sambal jang tumpah² hingga meluap sampai bibir. Saksi bisu betapa geliat usaha para ibu rumahtangga jang telaten bangun pagi, ber-puluh² tahun lalu. Rabu (03/10/2018). Pagi itu tepat pada pukul 07.09 WIB.  Masa depan tjobek kini sedang berada di ambang senja. Tjitarasa sambal alami jang dihasilkan dari proses ulekan tjobek kini seolah harus menjerah pada modernitas. Kemadjuan teknologi semakin meminggirkan peran tjobek, tak djarang ia hanja sebagai pemanis hidangan di restoran. ***** Pagi, sinar matahari belum tembus ke dalam kamar, sinarnja terhalang dinding rumah. Dua–tiga ketjoa dewasa berlari mentjoba sembunji. Dua ekor tjitjak tampak bersih² di sudut langit² kamar, ekornja bergojang lintjah, sorot matanja fokus ke sasaran. ...